Sejarah Hobi Kenari: Dari Burung Liar Menjadi Raja Kontes
Halo, Tretan! Pernahkah Tretan membayangkan sejak kapan hobi memelihara burung kenari ini sebenarnya dimulai? Memelihara kenari ternyata bukanlah sebuah tren modern yang baru saja muncul, melainkan sebuah tradisi kuno yang sudah mendarah daging. Sejarah mencatat bahwa hobi ini telah dikenal luas selama lebih dari 400 tahun. Daya tariknya begitu memikat semua kalangan, mulai dari keluarga kerajaan di istana yang megah, hingga para pekerja sederhana di rumah-rumah mereka. Mari kita selami kisah perjalanan sang raja kontes ini!
1. Perjalanan Sang Burung Finch Hijau-Kecoklatan
Kisah ini bermula lebih dari 500 tahun yang lalu ketika burung kenari pertama kali menginjakkan kakinya di daratan Eropa. Adalah seorang Laksamana Spanyol yang berjasa membawa burung-burung ini dari habitat aslinya di Kepulauan Kenari menuju kota pesisir Cadiz. Dari Spanyol, pesona burung ini dengan cepat menyebar ke Italia, lalu merambah masuk ke Swiss, Jerman, Prancis, hingga ke tanah Inggris.
Menariknya, wujud asli kenari pada masa itu bukanlah berwarna kuning cerah seperti yang lazim kita kenal sekarang. Mereka awalnya hanyalah sejenis burung finch kecil dengan bulu berwarna hijau kecoklatan. Di wilayah Pegunungan Hartz, Jerman, barulah perawatan dan peternakan kenari secara sistematis untuk mencetak suara kicauan mulai didirikan. Dedikasi tinggi dari para peternak inilah yang kemudian melahirkan trah legendaris Hartz Mountain Rollers yang reputasinya termasyhur di mana-mana.
2. Lahirnya Mutasi Warna dan Jenis Kenari
Seiring berjalannya waktu dan proses domestikasi, alam mulai menunjukkan keajaibannya melalui mutasi genetik (sports). Mutasi warna pertama yang muncul ke permukaan adalah warna kuning, yang perlahan mendominasi dan menjadi warna pakem kenari di masa kini. Dari titik inilah lahir berbagai variasi kenari yang karakteristik uniknya perlahan dikunci melalui proses peternakan selektif (selective breeding) yang sangat disiplin.
Keberagaman galur kenari ini rupanya sudah diakui sejak ratusan tahun lalu. Seorang penulis bernama Hervieux, dalam catatannya lebih dari 200 tahun silam, bahkan telah mendokumentasikan tidak kurang dari 29 jenis kenari yang berbeda. Pada masa itu, beliau sudah menyebutkan adanya varian warna langka seperti putih, blonde, agate, isabelle, kenari bercak (variegated), hingga mutasi kenari berjambul (crested).
3. Nama Daerah Sebagai Identitas Trah Besar
Ada satu keunikan yang menjadi tradisi dalam penamaan trah-trah kenari besar dunia, yaitu mayoritas menggunakan nama wilayah asalnya sebagai identitas. Dari tradisi itulah kita hari ini mengenal nama-nama agung dan eksklusif seperti Scots Fancy, London Fancy, Lancashire, Yorkshire, Norwich, dan Border.
Pada masa jayanya, hobi mencetak kenari postur ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat kelas pekerja di distrik-distrik industri Inggris. Bayangkan saja, mahakarya genetika ini lahir dari tangan-tangan terampil dan kesabaran para pembuat sepatu di Norwich, pekerja pabrik kaus kaki di Leicester, pemintal renda di Nottingham, pemintal kapas di Lancashire, penenun wol di Yorkshire, penenun sutra di Coventry, hingga pekerja kulit di Northampton. Meskipun kini modernisasi mesin dan pabrik telah mengubah wajah kota-kota tersebut dan membuat hobi ini tidak lagi terlokalisasi hanya di satu area, jejak sejarah kehebatan tangan mereka tetap abadi di arena kontes.
Penutup
Setiap kali kita melihat wujud seekor kenari liar dan membandingkannya dengan postur elegan dari Crested Norwich, lengkungan bulan sabit Scots Fancy, atau kegagahan Yorkshire, kita akan disadarkan pada satu hal yang luar biasa. Para peternak pendahulu kita di masa lalu telah mengorbankan waktu, tenaga, kesabaran, biaya, dan pemikiran yang tak terhingga untuk menyempurnakan galur genetik burung-burung ini. Mahakarya seleksi genetik merekalah yang kini mewariskan spesimen-spesimen indah yang menghiasi gantangan kontes hingga saat ini.
Referensi: Buku “CANARIES” karya C.A. House, Bab I (Canary Keeping as a Hobby), Halaman 9 – 10.